Cover Akuasilvikultur Kepiting Berbasis IMTA: Masa Depan Budidaya Pesisir Indonesia
Edisi Volume 1 Nomor 4 Tahun 2026 24 Agustus 2026

Akuasilvikultur Kepiting Berbasis IMTA: Masa Depan Budidaya Pesisir Indonesia

✍️ Prof. Dr. Yushinta Fujaya

DIBACA 3 kali
Baca Naskah PDF
Budidaya pesisir saat ini dituntut tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem. Konsep Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) yang dipadukan dengan akuasilvikultur kepiting menawarkan solusi yang menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Melalui pendekatan ini, kawasan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir, tetapi juga menjadi fondasi bagi sistem budidaya yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Kembali edisi ini menghadirkan perspektif dari pengurus MAI mengenai peluang, tantangan, serta inovasi dalam pengembangan akuasilvikultur berbasis IMTA di Indonesia. Kami berharap sajian ini dapat menjadi sumber inspirasi, referensi, dan pendorong kolaborasi untuk mempercepat transformasi budidaya pesisir menuju masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing.

Opini MAI · Masyarakat Akuakultur Indonesia