Kunjungan Prof. Rokhmin Dahuri Ketua MAI ke Lu Hai Feng Group Qingdao: Meninjau Industri Perikanan Modern China dalam Mendukung Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan Akuatik
Rabu, 16 September 2026, Qingdao, China — Dalam rangkaian agenda utama sebagai Keynote Speaker pada 2026 Global Ocean Development Forum (GODF) yang diselenggarakan di Qingdao, China pada 16–18 September 2026, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. melakukan kunjungan industri ke Qingdao Lu Hai Feng Food Group Co., Ltd. (Lu Hai Feng Group), salah satu perusahaan perikanan dan pangan laut terkemuka di Kota Qingdao, Provinsi Shandong, China.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kerja sama internasional dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia khususnya terkait blue food system, aquaculture, perikanan tangkap, hilirisasi produk perikanan, industri bioteknologi kelautan, sistem rantai dingin (cold chain system), dan pariwisata bahari secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Lu Hai Feng Group didirikan pada tahun 2001 dan berkembang menjadi salah satu dari 100 perusahaan swasta terbaik di China. Perusahaan ini membangun model bisnis terintegrasi yang mencakup sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, ecological marine ranching, sistem rantai dingin, dan perdagangan internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Rokhmin Dahuri mendapatkan pemaparan langsung mengenai strategi pengembangan Lu Hai Feng Group dalam membangun rantai nilai industri perikanan dari hulu hingga hilir.
Saat ini Lu Hai Feng Group dipimpin oleh Liu Chunhui selaku Chairman/Direktur Utama perusahaan, yang menjelaskan konsep pembangunan industri kelautan berbasis integrasi antara perikanan tangkap, budidaya ekologis, peternakan, serta pengembangan sistem pangan berkelanjutan.
Sebagai perusahaan berbasis industri kelautan, Lu Hai Feng Group memiliki berbagai fasilitas pendukung, antara lain:
* Fasilitas pengolahan hasil perikanan (seafood processing facilities) untuk menghasilkan produk laut bernilai tambah;
* Sistem penyimpanan dan distribusi rantai dingin (cold chain system) guna menjaga kualitas dan keamanan produk perikanan;
* Jaringan perdagangan internasional produk perikanan yang menghubungkan pasar China dengan berbagai negara;
* Basis demonstrasi perikanan seluas sekitar 3.333 Ha yang dikembangkan sebagai bagian dari inovasi perikanan modern dan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan.
Lu Hai Feng Group juga dikenal mengembangkan berbagai produk hasil laut seperti tuna, eel (belut laut), cumi-cumi, ikan pelagis, serta berbagai komoditas seafood lainnya melalui sistem produksi dan distribusi terpadu.
Dalam perspektif pembangunan ekonomi biru, kunjungan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana industri perikanan modern tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek efisiensi sumber daya, keamanan pangan, inovasi teknologi, peningkatan nilai tambah, serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi kelautan yang sangat besar memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama dengan China dalam berbagai bidang strategis, antara lain:
* pengembangan budidaya berkelanjutan;
* pembangunan ecological marine ranching;
* penguatan teknologi pengolahan hasil perikanan;
* pengembangan sistem cold chain;
* riset dan inovasi kelautan;
* serta investasi dan perdagangan produk perikanan bernilai tambah.
Melalui kunjungan ke Lu Hai Feng Group, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan pentingnya membangun kolaborasi antara Indonesia–China yang saling menguntungkan (win-win cooperation) untuk mewujudkan sektor kelautan yang produktif, inovatif, berkelanjutan, dan mampu mendukung ketahanan pangan dunia berbasis sumber daya laut.
#GlobalOceanDevelopmentForum
#GODF2026 #BlueEconomy #BlueFoodSystem
#AquacultureMarineRanching #SustainableAquaculture #OceanFoodSecurity
#IndonesiaChinaCooperation
#EkonomiBiruIndonesia
#HilirisasiPerikanan #KetahananPanganAkuatik
#MaritimIndonesia #OceanForFuture #RokhminDahuri
Lu Hai Feng Group didirikan pada tahun 2001 dan berkembang menjadi salah satu dari 100 perusahaan swasta terbaik di China. Perusahaan ini membangun model bisnis terintegrasi yang mencakup sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, ecological marine ranching, sistem rantai dingin, dan perdagangan internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Rokhmin Dahuri mendapatkan pemaparan langsung mengenai strategi pengembangan Lu Hai Feng Group dalam membangun rantai nilai industri perikanan dari hulu hingga hilir.
Saat ini Lu Hai Feng Group dipimpin oleh Liu Chunhui selaku Chairman/Direktur Utama perusahaan, yang menjelaskan konsep pembangunan industri kelautan berbasis integrasi antara perikanan tangkap, budidaya ekologis, peternakan, serta pengembangan sistem pangan berkelanjutan.
Sebagai perusahaan berbasis industri kelautan, Lu Hai Feng Group memiliki berbagai fasilitas pendukung, antara lain:
* Fasilitas pengolahan hasil perikanan (seafood processing facilities) untuk menghasilkan produk laut bernilai tambah;
* Sistem penyimpanan dan distribusi rantai dingin (cold chain system) guna menjaga kualitas dan keamanan produk perikanan;
* Jaringan perdagangan internasional produk perikanan yang menghubungkan pasar China dengan berbagai negara;
* Basis demonstrasi perikanan seluas sekitar 3.333 Ha yang dikembangkan sebagai bagian dari inovasi perikanan modern dan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan.
Lu Hai Feng Group juga dikenal mengembangkan berbagai produk hasil laut seperti tuna, eel (belut laut), cumi-cumi, ikan pelagis, serta berbagai komoditas seafood lainnya melalui sistem produksi dan distribusi terpadu.
Dalam perspektif pembangunan ekonomi biru, kunjungan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana industri perikanan modern tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek efisiensi sumber daya, keamanan pangan, inovasi teknologi, peningkatan nilai tambah, serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi kelautan yang sangat besar memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama dengan China dalam berbagai bidang strategis, antara lain:
* pengembangan budidaya berkelanjutan;
* pembangunan ecological marine ranching;
* penguatan teknologi pengolahan hasil perikanan;
* pengembangan sistem cold chain;
* riset dan inovasi kelautan;
* serta investasi dan perdagangan produk perikanan bernilai tambah.
Melalui kunjungan ke Lu Hai Feng Group, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan pentingnya membangun kolaborasi antara Indonesia–China yang saling menguntungkan (win-win cooperation) untuk mewujudkan sektor kelautan yang produktif, inovatif, berkelanjutan, dan mampu mendukung ketahanan pangan dunia berbasis sumber daya laut.
#GlobalOceanDevelopmentForum
#GODF2026 #BlueEconomy #BlueFoodSystem
#AquacultureMarineRanching #SustainableAquaculture #OceanFoodSecurity
#IndonesiaChinaCooperation
#EkonomiBiruIndonesia
#HilirisasiPerikanan #KetahananPanganAkuatik
#MaritimIndonesia #OceanForFuture #RokhminDahuri
MAI Connect · Masyarakat Akuakultur Indonesia