ROF. ROKHMIN DAHURI: PERBAIKI AERASI BIOFLOK AGAR BANTUAN KKP BENAR-BENAR BERHASIL DAN MENSEJAHTERAKAN PEMBUDIDAYA
Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua MAI, meninjau langsung program bantuan budidaya ikan sistem bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kelompok Belawa Selfish, Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Dalam kunjungannya, Prof. Rokhmin menyoroti bahwa sekitar 70 persen bantuan bioflok di Indonesia dinilai belum maksimal. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan mesin aerasi yang daya-nya terlalu kecil, hanya sekitar 100 watt. Aerasi yang lemah tidak mampu mengaduk air kolam secara merata, sehingga kadar oksigen di dasar kolam rendah, proses biologis terganggu, dan pembentukan flok tidak optimal.
Di Belawa, kelompok yang digawangi Bayu telah memodifikasi sistem dengan mesin aerasi rakitan berdaya 200 hingga 300 watt per kolam. Hasilnya terbukti lebih baik: penggunaan pakan dapat dihemat hingga 30 persen, kebutuhan penggantian air berkurang, pertumbuhan ikan lebih cepat, dan hasil usaha meningkat. Prof. Rokhmin menegaskan bahwa kecukupan aerasi merupakan faktor kunci keberhasilan sistem bioflok.
Sebagai mitra kerja KKP, Prof. Rokhmin berencana membawa temuan ini ke dalam pembahasan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kelompok Belawa Selfish dapat menjadi bahan pembelajaran (lesson learned) untuk perbaikan program bantuan bioflok secara nasional.
Selain meninjau budidaya ikan, Prof. Rokhmin juga mengunjungi wisata konservasi dan edukasi kura-kura Belawa. Menurutnya, kedua potensi ini dapat saling mendukung: bioflok untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat, sementara konservasi kura-kura untuk menjaga kelestarian plasma nutfah endemik sekaligus mendorong ekonomi berbasis wisata edukasi.
Bantuan yang baik harus sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dengan aerasi yang tepat, sistem bioflok dapat benar-benar menghemat pakan, meningkatkan produktivitas, dan menyejahterakan pembudidaya. Pengalaman Belawa Selfish perlu dijadikan pembelajaran agar program serupa di seluruh Indonesia lebih berhasil.
https://www.instagram.com/reel/DfFJFcgpYf6/?exln=aHNka3JrOHo3Y3Y0
#RokhminDahuri #KomisiIVDPRRI #Bioflok #BudidayaIkan #KKP #BelawaSelfish #Cirebon #AkuakulturBerkelanjutan
Di Belawa, kelompok yang digawangi Bayu telah memodifikasi sistem dengan mesin aerasi rakitan berdaya 200 hingga 300 watt per kolam. Hasilnya terbukti lebih baik: penggunaan pakan dapat dihemat hingga 30 persen, kebutuhan penggantian air berkurang, pertumbuhan ikan lebih cepat, dan hasil usaha meningkat. Prof. Rokhmin menegaskan bahwa kecukupan aerasi merupakan faktor kunci keberhasilan sistem bioflok.
Sebagai mitra kerja KKP, Prof. Rokhmin berencana membawa temuan ini ke dalam pembahasan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kelompok Belawa Selfish dapat menjadi bahan pembelajaran (lesson learned) untuk perbaikan program bantuan bioflok secara nasional.
Selain meninjau budidaya ikan, Prof. Rokhmin juga mengunjungi wisata konservasi dan edukasi kura-kura Belawa. Menurutnya, kedua potensi ini dapat saling mendukung: bioflok untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat, sementara konservasi kura-kura untuk menjaga kelestarian plasma nutfah endemik sekaligus mendorong ekonomi berbasis wisata edukasi.
Bantuan yang baik harus sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dengan aerasi yang tepat, sistem bioflok dapat benar-benar menghemat pakan, meningkatkan produktivitas, dan menyejahterakan pembudidaya. Pengalaman Belawa Selfish perlu dijadikan pembelajaran agar program serupa di seluruh Indonesia lebih berhasil.
https://www.instagram.com/reel/DfFJFcgpYf6/?exln=aHNka3JrOHo3Y3Y0
#RokhminDahuri #KomisiIVDPRRI #Bioflok #BudidayaIkan #KKP #BelawaSelfish #Cirebon #AkuakulturBerkelanjutan
MAI Connect · Masyarakat Akuakultur Indonesia